PROTONEMA.ID, Bandar Lampung – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung menegaskan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak guna mencegah perubahan perilaku serta dampak psikologis akibat penggunaan berlebihan.
Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Bandar Lampung yang berlangsung di ruang Komisi IV, Selasa (24/2/2026).
Kepala Dinas PPPA Bandar Lampung, Maryamah, mengungkapkan bahwa sejumlah anak telah mengalami dampak serius akibat ketergantungan gawai, termasuk adanya kasus anak yang kabur dari rumah karena terlalu sering bermain gadget.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Gadget boleh digunakan, tapi harus dibatasi. Orang tua perlu mengawasi agar anak tidak kehilangan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata,” ujarnya.
Maryamah menjelaskan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkendali dapat memengaruhi pola tidur, kondisi emosi, hingga kemampuan berpikir anak.
Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena sebagian orang tua muda masih menjadikan tablet maupun smartphone sebagai sarana untuk menenangkan anak tanpa pengawasan yang memadai.
Sebagai langkah preventif, Dinas PPPA Bandar Lampung akan menggelar program sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan melibatkan guru, siswa, serta orang tua murid.
Program edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif penggunaan gadget secara berlebihan sekaligus memberikan pemahaman mengenai strategi pengawasan yang efektif bagi anak.
“Pengawasan, komunikasi, dan batasan waktu adalah kunci agar anak tumbuh sehat secara mental dan sosial di tengah pesatnya perkembangan digital,” tegas Maryamah.
Melalui pendekatan tersebut, PPPA Bandar Lampung berharap keluarga dan sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan penggunaan teknologi sekaligus membentuk anak-anak yang adaptif, kreatif, dan tetap memiliki perkembangan mental serta sosial yang sehat.














