PROTONEMA.ID, Bandar Lampung — Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali membuat terobosan dalam penataan kota melalui program aksi massal bertajuk “Grebek Makam” yang digelar di seluruh Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Program ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Eva Dwiana yang menggerakkan seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk turun langsung membersihkan area pemakaman, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kawasan TPU menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan tradisi ziarah kubur.
Camat Panjang, Hendri Satria Jaya, mewakili Forum Camat se-Kota Bandar Lampung, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Tujuannya sangat jelas. Ibu Wali Kota ingin memastikan makam-makam bersih sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, tradisi nyekar atau ziarah kubur sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi tersebut dengan lebih nyaman.
“Dengan adanya Grebek Makam, masyarakat bisa berziarah tanpa terganggu semak belukar atau kondisi makam yang tidak terawat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari aparatur kelurahan, kepala lingkungan, organisasi keagamaan, hingga warga setempat yang turun langsung melakukan pembersihan secara gotong royong.
Tak hanya itu, Pemkot Bandar Lampung juga terus melanjutkan program pembangunan pagar TPU yang telah berjalan sejak 2024. Program ini bertujuan mempercantik kawasan pemakaman agar terlihat lebih rapi, tertata, dan nyaman bagi para peziarah.
Hendri menegaskan, sesuai arahan Wali Kota, program Grebek Makam akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap satu hingga tiga bulan sekali.
Melalui gerakan ini, Pemkot Bandar Lampung berharap citra TPU tidak lagi identik dengan kesan kumuh dan angker, melainkan menjadi ruang yang bersih, tertata, dan layak dikunjungi masyarakat.













