PROTONEMA.ID, Bandar Lampung- Suasana ceria terlihat di halaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Kamis (26/2/2026), saat puluhan siswa dari Sekolah Disabilitas Bunda (SDB) mengikuti kegiatan outing class atau pembelajaran di luar kelas.
Kegiatan edukatif tersebut dirancang khusus untuk memperkenalkan dasar-dasar pencegahan kebakaran dan keselamatan diri kepada anak-anak berkebutuhan khusus melalui metode yang interaktif, ramah, dan menyenangkan.
Dalam kegiatan itu, para siswa diajak mengenal lebih dekat tugas para petugas pemadam kebakaran, mulai dari fungsi pelayanan penyelamatan hingga penggunaan berbagai perlengkapan dan kendaraan operasional saat menghadapi situasi darurat.
Petugas Damkar yang dikenal dengan sebutan “Sang Ksatria Biru” menyampaikan materi dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Mereka juga mengajak siswa memahami pentingnya kewaspadaan terhadap api serta langkah sederhana mencegah kebakaran di rumah maupun lingkungan sekolah.
Keceriaan tampak saat para siswa diberi kesempatan melihat langsung perlengkapan pemadam kebakaran hingga menaiki mobil damkar yang biasa digunakan dalam operasi penyelamatan.
Kegiatan tersebut turut didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, bersama Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Ahmad Husni.
Menurut Eka Afriana, kegiatan pembelajaran di luar kelas penting dilakukan untuk memberikan pengalaman baru yang lebih nyata bagi anak-anak.
“Hadirnya anak-anak SDB di Dinas Pemadam Kebakaran ini untuk mengenalkan lingkungan di luar sekolah agar mereka memiliki pengalaman baru yang bermakna,” ujarnya.
Ia menilai metode pembelajaran yang menyenangkan akan membuat anak-anak lebih nyaman sehingga materi yang diberikan dapat lebih mudah dipahami dan diingat.
Selain memberikan pengetahuan dasar tentang keselamatan, outing class tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, serta semangat belajar para siswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan layanan publik dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Bandar Lampung.














