PROTONEMA.ID, Bandar Lampung — Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ratusan siswa di tiga sekolah di Kecamatan Kemiling dilaporkan mengalami keracunan makanan dari Program Makanan Bergizi (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengungkapkan hasil uji laboratorium dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri patogen pada sejumlah sampel makanan.
“Beberapa sampel seperti tumis tahu, buncis, dan wortel positif mengandung Bacillus cereus, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sementara ikan dori filet juga terdeteksi mengandung Bacillus cereus dan Salmonella,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Namun, tidak seluruh makanan terkontaminasi. Beberapa menu seperti nasi putih, telur ceplok, orek tempe, serta buah-buahan dinyatakan aman dari bakteri patogen.
Muhtadi menjelaskan, kontaminasi kemungkinan terjadi akibat proses pengolahan, penyimpanan, atau kurangnya standar higienitas pada peralatan dan bahan baku.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, seluruh siswa yang terdampak kini telah dalam kondisi sehat, termasuk lima siswa yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kami berharap kejadian ini tidak terulang dan seluruh SPPG dapat meningkatkan standar keamanan pangan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas dengan menutup sementara SPPG Sumber Rejo untuk dilakukan sterilisasi serta renovasi dapur program MBG.
Insiden ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait untuk memperketat pengawasan kualitas makanan, guna memastikan program pemenuhan gizi bagi siswa tetap aman dan bermanfaat.













