PROTONEMA.ID, Bandar Lampung- Keberadaan koperasi di Kota Bandar Lampung mengalami penurunan aktivitas dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, sekitar 200 koperasi saat ini tercatat tidak lagi aktif beroperasi.
Dari total sekitar 500 koperasi yang sebelumnya terdaftar, kini hanya tersisa sekitar 316 koperasi yang masih menjalankan kegiatan usaha dan administrasi secara aktif.
Kepala Diskop UKM Bandar Lampung, Riana Apriana, menjelaskan ada sejumlah faktor yang menyebabkan banyak koperasi berhenti beroperasi.
Menurutnya, beberapa koperasi tidak lagi memiliki pengurus aktif, tidak melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT), hingga tidak menjalankan aktivitas usaha secara berkelanjutan.
Selain itu, lemahnya manajemen organisasi juga menjadi salah satu penyebab koperasi kehilangan aktivitas ekonomi dan akhirnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengusulkan pembubaran koperasi yang tidak aktif kepada kementerian terkait.
Meski demikian, proses pembubaran masih menunggu keputusan dan tindak lanjut dari pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku.
Di sisi lain, Diskop UKM Bandar Lampung memastikan pembinaan terhadap koperasi yang masih aktif tetap dilakukan agar mampu berkembang dan memiliki daya saing usaha yang lebih baik.
Pemerintah berharap koperasi yang masih berjalan dapat memperkuat sektor ekonomi kerakyatan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat sekitar.















