PROTONEMA.ID, Bandar Lampung- Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat lalu menyebabkan banjir di puluhan titik wilayah serta memicu sejumlah gangguan infrastruktur. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung langsung bergerak melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Wali Kota Eva Dwiana turun memantau kondisi masyarakat dan memastikan proses penanganan berjalan cepat untuk mengurangi dampak banjir yang melanda sejumlah kecamatan.
Data dari BPBD Provinsi Lampung menyebutkan banjir terjadi di 37 titik yang tersebar di wilayah Sukarame, Rajabasa, Way Halim, Sukabumi, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Enggal, hingga Kedamaian.
Selain banjir, cuaca ekstrem disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Jalan Wahidin, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.
Sekretaris BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengerahkan tim tanggap darurat untuk membantu evakuasi warga, membersihkan area genangan, hingga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Salah satu bantuan yang disalurkan berupa distribusi air bersih kepada warga di kawasan Perumahan Griya Elok, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, yang terdampak banjir.
Eva Dwiana menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menghadapi situasi darurat, mulai dari perangkat daerah, TNI, Polri, hingga BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih efektif.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan warga mendapat perhatian serta bantuan cepat,” ujar Eva Dwiana.
Di tengah tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, Pemkot Bandar Lampung juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan cuaca ekstrem.
Sebagai langkah antisipasi jangka pendek dan panjang, pemerintah kota memprioritaskan pembersihan saluran drainase, penguatan talud, serta peningkatan kesiapsiagaan di wilayah rawan banjir guna meminimalkan dampak bencana ke depan.














